Rombongan SMK Kesurupan Usai dari Candi Prambanan, Ada Yang Bilang Begini

Diposting pada

Rombongan study tour dari SMK 4 Tangerang, Banten mengalami kesurupan massal di Yogyakarta. Mereka baru saja mengunjungi obyek wisata Candi Prambanan.

Rombongan mengalami kesurupan saat berada di dekat Jl Veteran Umbulharjo, selatan simpang empat Sari Husada, Kota Yogyakarta. Tiba-tiba salah satu siswa yang ada di bus berteriak histeris. Siswa yang lain di dalam bus kemudian juga ada yeng ikut histeris dan berteriak-teriak saat turun dari bus.

Salah satu siswa yang mengalami kesurupan pun tiba-tiba bisa berbahasa Jawa. Padahal sebelumnya tidak bisa berbahasa Jawa. Siswa tersebut berteriak seperti marah-marah agar mengembalikan kain selendang.

“Balekno lendange (kembalikan selendangnya),” kata salah satu siswa.

Guru pendamping bersama warga kemudian memisahkan siswa yang kesurupan dengan siswa tidak mengalami kesurupan. Di sekitar Jl Veteran kemudian dipenuhi warga. Aparat kepolisian dari Polresta Yogyakarta langsung mengamankan sekitar lokasi dengan menutup jalan.

Loading...

Beberapa orang kemudian ikut membantu menyembuhkan. Bahkan ada yang membantu ikut mencari kain selendang seperti yang diomongkan salah satu siswa yang kesurupan. Seorang juru kunci dari Candi Prambanan juga didatangkan.

Setelah ditemukan, kain yang dibawa oleh salah seorang untuk dikembalikan ke Prambanan. Siswa yang masih berteriak histeris turut serta dibawa ke Prambanan menggunakan mobil ambulans dikawal aparat kepolisian.

Setelah situasi tenang, semua siswa kemudian diminta masuk kembali ke dalam bus untuk menuju hotel. Bus pun kemudian meninggalkan lokasi tersebut.

“Ada yang mengambil kain selendang atau penutup batu candi. Sudah dibawa ke Prambanan lagi, semua sudah tenang,” kata Hidayat salah satu warga Umbulharjo yang turut mengobati dan menenangkan siswa.

Selama lebih kurang 90 menit untuk menenangkan siswa yang kesurupan sejak pukul 21.15 hingga pukul 23.00 WIB. Lebih dari 6 bus dalam rombongan study tour tersebut.

Loading...