Harga Telur Tembus Rp 26 Ribu per Kg, Warga Semakin Resah

Diposting pada

Menjelang datangnya Ramadan, harga telur ayam ras di pasaran terus naik. Di sejumlah pasar yang ada di Banyuwangi Selatan, kini harga telur itu telah tembus Rp 26 ribu per kilogram.

Dari pantauan di lapangan, harga telur ayam yang mengalami kenaikan itu, seperti di pasar yang ada di Kecamatan Gambiran dan Genteng. Kenaikan itu, mulai terasa sejak tiga pecan lalu.

“Sekarang harga telur Rp 26 ribu per kilogram,” cetus Imah, 34, salah satu pedagang telur di Pasar Jajag, Kecamatan Gambiran.

Harga telur yang sudah tembus Rp 26 ribu per kilogram, itu juga disampaikan Kemat, 50, salah satu pedagang telur di Pasar Induk Genteng. Menurutnya, kenaikan harga telur ini karena datangnya musim liburan ditambah semakin dekatnya bulan puasa Ramadan.

“Seperti tahun-tahun lalu juga seperti ini, setiap Ramdan dan Lebaran harga banyak yang naik, sekarang harga telur Rp 26 ribu per kilogram, minggu kemarin masih Rp 23 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Loading...

Harga telur yang terus naik itu, membuat pembeli telur ayam resah, terutama para pemilik usaha kecil dan menengah.

“Saya punya usaha makanan yang bahan bakunya pakai telur, kalau harga naik jatah telur saya kurangi, karena tidak mungkin menaikkan harga makanan,” ujar Firman Hadi, 40, penjual jajanan depan SDN di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banyuwangi, Ketut Kencana mengatakan, pasokan telur ayam dan daging ayam ras dari peternak saat ini berkurang.

Penyebabnya, pemerintah melarang penggunaan vaksin AGP (Antibiotic Growth Promoter) yang biasanya digunakan oleh peternak. Vaksin tersebut dilarang karena dapat membahayakan kesehatan masyarakat. “Dampak dari larangan penggunaan vaksin itu penurunan produktivitas ayam,” katanya.

Ketut memprediksi harga telur dan daging ayam ras akan terus naik hingga menjelang Lebaran 2018. “Perkiraan hanya telur dan daging ayam saja yang naik. Sedangkan untuk daging sapi harganya relatif stabil dikisaran angka Rp110 ribu per kilogram,” tandasnya.

Loading...