Biadab! Istri dan Mertua Bantu Suwarda ‘Naiki’ Bidan Cantik Sampai 5 Kali

Diposting pada

Sebuah peristiwa baru-baru ini membuat masyarakat heboh.

Tepatnya, sebuah kasus asusila yang dilakukan oleh seorang pria beristri.

Yang menjadi korban dari perbuatan bejat itu adalah seoran bidan.

Suwarda pria berusia 26 tahun diamankan polisi usai ‘menaiki’ tubuh bidan di kebun kosong.

Lelaki yang sudah memiliki anak dan istri ini terpaksa harus berlebaran dipenjara lantaran perbuatan bejatnya.

Awalnya korban sebut saja Bunga (Bukan nama sebenarnya) bertemu dengan pelaku.

Keduanya diketahui saling kenal lewat jejaring media sosial Facebook.

Pelaku pun meminta nomor ponsel korban.

Tanpa menaruh curiga, korban memberikan nomor ponsel pribadinya kepada Suwarda.

Komunikasi antara keduanya pun semakin intens sehingga akirnya mereka pun janjian untuk saling bertemu dan bertatap muka secara langsung.

Kasat Reserse Kriminal Polres Lampura AKP Syahrial menerangkan, selama sekitar dua pekan pelaku menjadi komunikasi cukup intensif dengan bunga melalui nomor ponselnya.

Bahkan, hubungan pun terjadi antara pelaku dan korban yang usianya baru 24 tahun itu.

Dalam percakapannya lewat ponsel, Suwarda mengajak Bunga untuk menjalin hubungan lebih serius hingga ke jenjang pernikahan.

Sehingga, pelaku pun meminta bunga untuk datang ke kediamannya di Kotabumi.

“Korban sampai di Kotabumi pada Senin (21/5/2018) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Tapi, tersangka tidak menjemput korban dengan alasan sedang sibuk bekerja. Tersangka meminta seseorang untuk menjemput korban,” ungkap AKP Syahrial.

Namun, bukannya mengantarkan dan membawanya bertemu keluarga, korban malah dibawa ke tempat jauh dari pemukiman warga.

Orang suruhan Suwarda itu malah mengantar Bunga ke sebuah tempat di antara kebun sawit dan singkong, Desa Labuhan Ratu Kampung, Bunga Mayang.

Di sana, pelaku mengajak Bunga untuk berhubungan suami istri.

Meski sempat menolak, namun korban tidak berdaya saat diancam menggunakan golok oleh pelaku yang sudah dikuasai hawa nafsu bejatnya itu.

“Korban sempat menolak. Tapi, tersangka mengancam dengan senjata tajam jenis golok,” kata Syahrial.

Istri dan Mertua Bantu Suwarda ‘Naiki’ Bidan Cantik Sampai 5 Kali

Loading...

Ternyata dalam aksinya memperkosa RU (24), seorang bidan cantik asal Lubuk Linggau, Suwarda (26) turut dibantu istrinya, Saripah (25).

Bahkan hebatnya, warga Desa Sukadana ilir, Bungamayang, Lampung Utara ‎ini juga melibatkan mertuanya, Romli, untuk menjemput korban saat berkunjung ke tempat Suwarda.

Sebelumnya diketahui, Suwarda berkenalan dengan korbannya melalui jejaring sosial Facebook. Hubungan keduanya pun berlanjut dengan saling berkomunikasi menggunakan ponsel. Usai menjalin hubungan selama dua minggu, tersangka akhirnya mulai menjalankan niat jahatnya.

Dengan dalih akan menjalin hubungan lebih serius, tersangka meminta korban datang ke Kotabumi. Bujuk rayu tersangka ternyata mampu membuat korban Ru terbujuk hatinya, sehingga akhirnya mendatangi tersangka.

Usai tiba di Kotabumi, korban dijemput oleh mertua Suwarda bernama Romli. Oleh Romli, korban diantarkan di lokasi nahas tersebut. Setelah bercakap ria beberapa saat, Suwarda mengajak korban berhubungan intim. Karena korban menolak, tersangka akhirnya mengancam akan melukai korban dengan goloknya.

“Tersangka sempat menolak tetapi diancam oleh tersangka menggunakan golok,” Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres, AKP Syahrial, Selasa (5/6/2018).

Di bawah ancaman golok, Suwarda pun bebas menaiki tubuh korban. Tidak hanya itu, laki-laki durjana ini kemudian merekam aksi tersebut menggunakan ponsel. Dia juga menguras uang dan ponsel ‎korban. Setelah puas merekam perbuatan bejatnya kepada korban, tersangka menghubungi keluarga korban untuk minta tebusan sebesar Rp30 juta.‎

“Tersangka juga sempat meminta uang Rp30 juta agar korban bisa keluar dari desa tersebut dengan aman,” tutur dia.

Di sisi lain, tersangka Suwarda membenarkan telah lima kali ‘menaiki’ korban yang baru dikenalnya selama dua minggu melalui Facebook. Korban mau melayani nafsunya karena diancam olehnya menggunakan golok.

“Saya juga membuat video pada saat berhubungan dengan dia (korban,red) dan video tersebut saya jadikan status pesan WhatsApp,” akuinya.

Kejadian itu sendiri terjadi di daerah perkebunan sawit dan singkong di Desa Labuan Ratu Kampung‎, Senin (21/5/2018) sekitar pukul 17.30 WIB. Akibat perbuatannya, Suwarda dan Saripah harus mendekam di jeruji Polres sejak Senin (4/6/2018) lalu.

Loading...