Biar Nggak Salah Beli, Ini Ciri Bawang Merah ‘Palsu’

Diposting pada

Kementerian Pertanian (Kementan) merilis lima perusahaan yang menjual bawang bombay mini menjadi bawang merah ‘palsu’. Bawang merah ini merupakan bawang bombay dengan ukuran kurang dari 5 centimeter (cm).

Nah, biar nggak salah beli bagaimana ciri bawang merah ‘palsu’?

Menurut Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi bawang merah lokal dan bawang merah palsu memiliki perbedaan dari bentuk fisik, yakni jumlah umbi.

“Kalau bawang lokal kan ada tiga umbi dalam satuan tapi kalau ini hanya satu,” jelasnya kepada detikFinance, Sabtu (23/6/2018).

Lebih lanjut, ia mengatakan perbedaan juga bisa diketahui dari aroma. Aroma bawang merah asli lebih kuat dibandingkan bawang merah ‘palsu’.

“Aroma rasa beda. Lebih kuat yang asli jadi jelas beda rasanya nanti kalau dimasak,” terangnya.

Baca juga: Harusnya Rp 7.000/Kg, Bawang Merah ‘Palsu’ Dijual Rp 25.000/Kg

Untuk itu, dirinya mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati sebelum membeli bawang merah. Bahkan, bila menemukan masyarakat diminta untuk melaporkan ke pihak berwajib.

“Konsumen hati-hati beli produk. Jangan ketipu, terus kalau ketahuan ada yang jual bawang bombay mini jadi bawang merah itu dilaporkan saja,” pungkasnya.

Loading...

Kementan: Itu Barang Reject

Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan bahwa bawang merah ‘palsu’ tersebut merupakan barang reject atau barang yang ditolak karena tidak sesuai standar.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi mengatakan pada dasarnya bawang bombay terdiri dari dua jenis, yakni yang ukuran kurang dari 5 centimeter (cm) dan lebih dari 5 cm.

Lantas, bawang yang ukurannya kurang dari 5 cm merupakan bawang yang tidak sesuai standar. Hal itu berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 105 tahun 2017 di mana Indonesia tidak lagi mengimpor bawang bombay dengan ukuran di bawah 5 cm.

“Bawang bombay ada dua macam, di atas 5 cm dan di bawah 5 cm. Kalau sesuai peraturan nggak boleh bawang di bawah 5 cm masuk soalnya bisa dijual seperti bawang merah,” jelasnya kepada detikFinance, Sabtu (22/6/2018).

Ia juga menambahkan bahwa bawang bombay tersebut merupakan kategori reject alias ditolak pasar.

“Bawang merah mini masuk dijual ke pasaran itu barang reject,” terangnya.

Sementara itu, Kementan mem-blacklist lima perusahaan importir terkait penjualan bawang merah ‘palsu’. Nantinya, perusahaan tersebut tidak boleh berbisnis kembali.

Loading...