Innalillahi, Lombok Diguncang 64 Kali Gempa Berkekuatan 6.4 SR, 10 Orang Meninggal 40 Luka Berat

Diposting pada

Rentetan gempa mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam kurun waktu 24 menit, terjadi 64 gempa susulan.

“Hingga pukul 09.00 WIB, hasil monitoring BMKG hingga pukul 9.24 WIB menunjukkan telah terjadi 64 gempa bumi susulan,” Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya, Minggu (29/7/2018).

Daryono menyebut gempa itu membuat sejumlah rumah di Lombok Utara dan Sumbawa Barat rusak. Gempa awal terjadi pukul 05.47 WIB dengan kekuatan 6,4 SR.

“Kekuatan gempa susulan kian melemah masyarakat diimbau agar tetap tenang,” sebut Daryono.

Gempa dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa Besar, Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja, Gianyar dan beberapa wilayah di Bali.

Korban Tewas Gempa NTB Sudah 10 Orang, 40 Luka Berat

Korban gempabumi 6,4 SR yang mengguncang wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa pada Minggu (29/7/2018) pukul 05.47 WIB bertambah menjadi 10 orang meninggal dunia.

Hingga Minggu (29/7/2018) pukul 09.45 WIB tercatat 10 warga meninggal dunia, 40 orang luka berat dan puluhan rumah rusak. Diperkirakan dampak gempa akan bertambah mengingat pendataan masih berlangsung dan belum semua lokasi terdata.

Loading...

Data sementara dari BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebutkan, di Kabupaten Lombok Timur terdapat 8 orang meninggal dunia, 10 orang luka berat, 10 orang luka ringan dan puluhan rumah rusak. Dari 8 korban meninggal terdapat satu orang warga negara Malaysia.

Identitas korban meninggal dunia di antaranya Isma Wida/P/30 thn warga negara Malaysia, Ina Marah/P/60 thn, Ina Rumenah/P/58 thn, dan 5 orang meninggal dunia dalam pendataan identitas oleh petugas.

Di Kabupaten Lombok Utara terdapat 2 orang meninggal dunia. 13 orang luka-luka dirawat di Puskesmas Senaru, dan 7 orang di Puskesmas Bayan.

Berdasarkan laporan juga terdapat longsor cukup besar dari Gunung Rinjani. Material longsoran mengarah ke utara pascagempa 6,4 SR. Saat ini jalur pendakian ke Gunung Rinjani ditutup. Aparat masih melakukan pemantauan terhadap dampak longsor yang ada.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, hingga pukul 09.20 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 66 kali gempa susulan. Gempanya dengan kekuatan yang lebih kecil dan tidak berpotensi tsunami.

ā€œIni adalah hal yang alamiah dimana setelah terjadi gempa besar, akan diikuti oleh gempa-gempa susulan yang lebih kecil dalam rangka mencari keseimbangan sistem lempeng atau sesar yang ada,ā€ ungkap Sutopo.

Dampak gempa juga terus bertambah. Petugas BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan terus melakukan penanganan darurat.

Loading...