Misterius! Ikan Mas Jumbo Disantap Sehari sebelum Kapal Tenggelam di Danau Toba

Diposting pada

Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba dikaitkan dengan penangkapan ikan mas jumbo seberat 14 kilogram. Ikan itu ditangkap warga di Danau Toba sehari sebelum kapal tenggelam.

Ikan tersebut dibawa pulang ke rumah, kemudian dimasak dan disantap warga. Esok harinya, Senin (18/6/2018) KM Sinar Bangun tenggelam sekitar pukul 17.15 WIB.

Foto-foto ikan mas jumbo yang ditangkap di Danau Toba diunggah di akun Facebook Willy Wahyu Sihotang III. Willy menceritakan penangkapan ikan itu dengan menggunakan bahasa Batak.

“Inilah ikan mas yang dapat dari memancing di Danau Toba. Beratnya 14.5 kg. Melihat ikan masnya pun aku uda heran. Disuruh memakan pun aku gak mau. Kalau aku melihat ikan seperti itu di Danau Toba, mendingan aku menghindar saja. Uda lain perasaan melihat ikannya ini. Kalau aku yang dapat kemarin, pasti langsung aku lepaskan. Rupa ikan mas ini pun dilihat sangat cantik. Kalau dibayangkan seperti bidadari,” tulis Willy.

Postingan itu telah dibagikan 6.690 kali dan dikomentari banyak orang. Sebagian besar tidak percaya dengan cerita mistis tersebut. Mereka menyebut tidak ada hubungan antara kematian ikan dengan kematian manuia di Danau Toba.

Willy lantas menjawab beberapa komentar netizen di kolom komentar. Willy menjelaskan panjang lebar soal ikan mas. Bahkan dia juga mengulas tentang kehidupan manusia dan hubungannya dengan alam.

“Menyangkut Ikan Mas tersebut mistis atau tidak itu kembali ke masing2,, kita hidup di dunia ini berdampingan, jika sdh di ingatkan lbh baik kita ikuti saja,” tulis Willy.

Loading...

“Ikan Mas jd lambang atau filosopi di adat Batak bukan secara kebetulan, tp ada hal yg ditiru dr sifat dan kehidupan sehari hari dr Ikan Mas tersebut yg jika kita amalkan dlm kehidpan kita sehari hari maka damailah dan saling mengasihi,” tambahnya.

Budayawan muda Batak, Rismon Raja Mangatur Sirait juga percaya bahwa tragedi kapal tenggelam di Danau Toba tidak semata-mata karena faktor alam.

Ia pun mengaitkan peristiwa itu dengan penangkapan ikan mas jumbo di Dana Toba. Menurut dia, ikan itu ditangkap warga di Danau Toba pada tanggal 17 Juni 2018 pukul 16:30.

“Ikan mas seberat 14 Kg didapat pemancing di Desa Paropo Tao Silalahi. Ikan Mas paling besar dan saya juga yakin ini paling besar didapat di Danau Toba dalam kurun waktu 20 Tahun terakhir,” ucap Rismon Raja Mangatur Sirait di akun Facebooknya.

Menurut Rismon, bicara hal mistis, percaya atau tidak percaya semua kembali ke pribadi masing-masing.

“Menurut cerita di sana para pemancing tidak mengindahkan larangan dan saran orang tua agar ikan Mas ini dilepas kembali ke Danau Toba,” tambahnya.

Namun dengan bangganya para pemancing tidak mengindahkan saran orang tua di sana dan langsung membawa ikan Mas itu ke rumahnya untuk dimasak dan dimakan.

“Tanggal 18 Juni pukul 16:30 wib angin puting beliung di atas Danau Toba tepat di Tao Silalahi Paropo, hingga membuat ombak besar yang notabene banyak mengakui yang sudah lama tinggal dipinggiran Danau Toba belum pernah melihat ombak setinggi 3-4 meter dan ketebalan ombak 2 meter,” tandas Rismon.

Seperti diketahui, kapal tenggelam di Danau Toba menyebabkan tiga orang meninggal dunia, 21 selamat dan 185 penumpang hilang. Hingga kini, penacarian korban masih terus dilakukan tim gabungan.

Loading...