Subhanallah, Berkat Sedekah Bisa Memiliki Rumah Sendiri

Diposting pada

Memiliki rumah sendiri adalah salah satu impian banyak orang. Demikian pula yang dirasakan Muhammad Mahmudin beberapa tahun yang lalu. Berbagai usaha dilakoninya, namun rumah tak kunjung dimiliki. Ia baru benar-benar punya rumah setelah rajin bersedekah.

Setelah menikah, apalagi sudah punya anak, Muhammad Mahmudin punya niat yang sangat besar untuk punya rumah sendiri. Sebelumnya ia berpindah-pindah kontrakan. Keinginan itu memang tak gampang karena bisnis Udin (sapaan akrabnya) tengah lesu, terlebih Mahmudin tidak berasal dari keluarga kaya. Bahkan masa kecilnya pun dilaluinya dengan prihatin.

“Saya sejak kecil biasa prihatin dengan berjualan saat teman-teman sebaya menikmati masa-masa penuh ceria dengan bermain, ternyata kondisi saat dewasa dan berumah tangga ada perbedaan antara mereka yang lebih banyak bermain dengan yang biasa berjualan,” ujar Udin yang lahir di Bogor, 5 Juni 1973 ini beberapa waktu lalu.

Udin melihat perjalanan bisnisnya tergolong lambat. Entah kenapa, Udin mencoba instrospeksi diri. Ia nyaris melihat jalan ke depan begitu gelap. Sampai kemudian episode kehidupannya berjumpa dengan amal ibadah Bernama Sedekah.

SEDEKAH RP 1,2 JUTA

Berawal ketika Udin mengikuti perayaan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW tahun 2006, Panitia Perayaan Isra’ Mi’raj Masjid Al-Ikhlash Dusun Leukiwopo RW 02 Desa Babakan IPB Dramaga Bogor mengundang Ustad Yusuf Mansur. Sang ustad menceritakan fakta-fakta tentang keajaiban sedekah. Saat Ustad Yusuf Mansur berceramah itulah, Udin sangat ingin segera menjalankan petuah-petuah Ustad Yusuf.

“Tak pikir panjang lagi, belum lagi ceramah berakhir, saya pergi keluar masjid,” tutur Suami dari Sri Mulyati ini.

Loading...

Udin menuju sebuah mesin ATM dan segera melakukan transfer sedekah ke rekening PPPA Darul Qur’an. Tak tanggung-tanggung, ayah empat anak ini melakukan transfer Rp. 1,2 Juta rupiah ke rek PPPA.

“Saya hanya terharu, bahwa PPPA adalah lembaga yang akan menelurkan generasi hafiz Qur’an. Lembaga ini wajib dibantu. Kedua, saya penasaran juga dengan ‘teori’ sedekah yang dipaparkan Ustad Yusuf Mansur. Walaupun habis itu saya melupakan sedekah saya itu,”: tuturnya.

Pertemuan dengan Ustad Yusuf Mansur, seolah menjadi akselerator cita-citanya. Anjuran sedekahnya, menghujam di dada. “Dengan keyakinan bulat, saya bersedekah, dengan harapan Allah Yang Maha Kaya mempercepat cita-citanya memiliki rumah,” katanya.

DIKABULKAN ALLAH

Subhanallah, tak sampai setahun cita-cita memiliki rumah terwujud. Udin benar-benar tidak menyangka. “Ini bukan kehebatan saya, tapi resep Allah yang pasti benar: bahwa sedekah bisa jadi solusi problem hidup manusia,” simbul Udin.

Kini keyakinan Udin semakin kuat. Kotak amal masjid tempat Udin tinggal, tak pernah luput dari sedekah para dermawan termasuk Udin. “Bersedekahlah, tidak harus banyak. Seribu, dua ribu, lima ribu, jadikan itu kebiasaan. Insya Allah rezeki kita akan dilancarkan oleh Allah,” paparnya.

Udin mewanti-wanti agar jangan pernah menunda bersedekah. karena itu menurutnya juga akan menunda rezeki dari Allah SWT. Udin memaparkan pengalamannya, semakin cepat bersedekah semakin cepat Allah membalasnya.

“Saya yakin rezeki berupa kepercayaan orang kepada saya dan juga beberapa teman saya untuk menggarap suatu usaha yang memberi profit lumayan, adalah karena sedekah ini. Termasuk betapa mudahnya saya mendapat fasilitas dari Allah berupa mobil dan juga rumah sendiri.” tukasnya.

Loading...