Gus Dur Pernah Bilang Ke Prabowo: “Bersabarlah, Kamu Akan Jadi Presiden”

Diposting pada

Meski telah tiada, nama Presiden keempat RI Gus Dur atau Abdurrahman Wahid tetap hangat diperbincangkan.

Selain humoris, beliau juga dikenal dengan kemampuannya dalam melihat masa depan dengan mata batinnya.

Bahkan banyak sekali ucapan-ucapannya yang selalu menjadi kenyataan.

Misalnya, ketika beliau mengatakan bahwa KH Aqil Siradj akan menjadi ketua umum PBNU, saat Kapolri Sutarman dikatakan akan menjadi Kapolda Metro dan Kapolri, dan kesemuanya itu tepat terjadi.

Dan salah satu ucapan Gus Dur yang selama ini masih mejadi teka-teki ialah bahwa beliau pernah mengatakan disalah satu acara televisi swasta bahwa Prabowo Subianto akan menjadi presiden RI.

Dan hanya tinggal menunggu waktu saja bahwa ucapan itu bisa menjadi kenyataan.

Namun, ada pula orang yang menantang bahwa ucapan Gus Dur itu sudah gagal/salah alias tidak terbukti.

Sebab pencalonan Prabowo pada pilpres sebelumnya sudah kalah.

Akan tetapi hal ini bisa saja terjadi untuk pilpres tahun 2019 ini. Sebab Gus Dur sendiri tidak pernah menentukan kapan waktunya Prabowo akan menjadi presiden.

Namun, beliau hanya menyebutkan bahwa suatu saat bahwa Prabowo Subianto akan menjadi presiden RI.

Prabowo dan Gus Dur dulu sering bertemu. Prabowo menemui Gus Dur di rumahnya di Ciganjur, Jakarta Selatan. ucapan Gus Dur tersebut bisa saja menjadi kenyataan bahwa Prabowo akan menjadi presiden di pilpres 2019.

Selain pernah meramal tentang Prabowbo, Berikut 5 ramalan Gus Dur yang terbukti berdasar fakta dan berita dari berbagai sumber.

1. Tahun 1998 Gus Dur memprediksi Presiden Soeharto lengser dari kursi kepresidenan

Rekaman video testimoni KH Bukhori Masruri saat Haul Gus Dur keempat.

“11 bulan sebelum Soeharto jatuh, Saya Gus Dur, Mustofa Zuhad, Thoha pengurus NU Jogja.”

“Di kamar diajak bicara berbagai hal masalah tapi tiba-tiba Gus Dur bilang dalam Bahasa Jawa.”

“Wis rasah ngrembuk kuwi, Pak Harto sedelo meneh jatuh (Sudah tak usah bicara itu, sebentar lagi pak Harto jatuh).”

“Kulo gumun Pak Harto iso jatuh pie (Saya heran bagaimana mungkin Pak Harto bisa jatuh) padahal saat itu Pak Harto diangkat menjadi Jenderal bintang lima artinya didukung oleh kekuatan bersenjata, didukung oleh kekuatan politik, didukung oleh kekuatan ekonomi dan didukung oleh opini publik.”

Demikian disampaikan oleh KH Bukhori pada rekaman video tersebut.

Saat itu Soeharto tak mungkin bisa lengser, tapi kenyataannya bisa.

2. Tahun 1999 Gus Dur memprediksi dirinya sendiri yang akan menjadi Presiden RI keempat

Testimoni Luhut Binsar Pandjaitan saat haul Gus Dur keenam di Jakarta.

Suatu ketika Luhut bertemu dengan Gus Dur, dan mengatakan jika Luhut tak perlu berangkat jadi Duta Besar karena sebentar lagi Gus Dur akan jadi presiden.

Luhut sempat bengong dan tak mempercayai omongan Gus Dur.

“Ndak Pak Luhut betul, ini kyai saya ada sembilan ada dari Lampung, dari, dari manalah gitu. Saya dapat bisikan kalau saya jadi presiden.” ujar Luhut menirukan omongan Gus Dur.

Dalam video tersebut Luhut tertawa kemudian disambut tawa dari khalayak ramai di situ.

“Ah udahlah, dalam hati suka-sukamu lah,” ujar Luhut.

Luhut kemudian menyampaikan kalau ia tak mungkin batalkan jadi dubes.

Kemudian Luhut berangkat menjadi dubes pada bulan September.

Loading...

“Loh kok nama Gus Dur sama Megawati udah mulai hitung-hitungan.”

“Loh kok Gus Dur namanya menang suaranya.”

“Tiba-tiba Presiden Republik Indonesia terus ada sholawat itu menang Gus Durnya.”

“Loh, Gus Dur Presiden Republik Indonesia, saya gak percaya.”

Khalayak di acara haul tersebut tertawa.

“Itu baru omong beberapa minggu lalu atau beberapa bulan lalu itu jadilah presiden beliau,” ungkap Luhut.

Lalu ada video potongan saat Gus Dur menang suara, Megawati tampak menangis dan akhirnya Gus Dur jadi Presiden dan Megawati Wakil Presiden.

3. Tahun 2010 Gus Dur memprediksi KH Said Aqil akan menjadi Ketua Umum PBNU

Dalam video terlihat sebuah artikel dari website resmi milik NU yakni NU Online.

Pada judul tertera ‘Gus Dur Ramalkan Said Aqil Ketua Umum PBNU setelah 55 Tahun’

Ramalan Gus Dur menjadi kenyataan, Said Aqil terpilih pada Muktamar ke-32 NU di Makassar pada usia 56 tahun.

Cerita tersebut disampaikan sendiri oleh Said Aqil saat acara tasyakuran sukses Muktamas di PP GP Ansor.

“Saya tidak menceritakan ini sebelum Muktamar, nanti dikira kampanye,” kata Said bergurau seperti tertulis pada artikel tersebut.

Pada Muktamar ke-30 NU di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, said Aqil yang bertugas sebagai ketua panitia pusat berniat mengajukan diri sebagai calon ketua umum dan Gus Dur tidak setuju.

“Nanti sampeyan itu baru jadi Ketua Umum PBNU setelah umur 55,” kata Gus Dur seperti ditirukan Said Aqil.

“Saya tidak mengada-ngada, ada saksinya santri-santri saya di Ciganjur,” ujar Said.

Namun Said tetap maju dan akhirnya kalah bersaing dengan KH Hasyim Muzadi pada Muktamar ke-31 NU di Solo, Said masih berusia 50 tahun.

4. Tahun 2013 Gus Dur memprediksi Jenderal Sutarman akan menjadi Kapolri

Selanjutnya adalah pengakuan dari Jenderal Sutarman saat Haul Gus Dur keempat di Cianjur.

“Pak Tarman nanti akan jadi Kapolda, Kapolda Metro nanati lalu jadi Kapolri. Almhamdullilah apa yang diucapkan beliau terlaksana betul,” ujar Sutarman.

5. Tahun 2014 Gus Dur memprediksi Jokowi akan menjadi presiden

Dalam sebuah artikel di NU Online diceritakan mengenai ramalan Gus Dur yang memprediksi jika Joko Widodo akan menjadi Presiden RI.

Padahal saat itu Jokowi masih menjabat sebagai Walikota Solo.

“Saya masih ingat tanggalnya 8 Januari 2006, Gus Dur hadir di Solo dalam acara ‘Njejegake Sakaguru Nusantara (Menegakkan Kembali Sokoguru Nusantara)’ untuk menyampaikan orasi, pandangan-pandangannya dari berbagai perspektif tertutama dalam bidang politik,” ujar Husein Syifa, koordinator Gusdurian Jawa Tengah pada artikel tersebut.

Saat itu sebelum orasi Gus Dur dialog bersama KH Moeslim Rifai (Mbah Liem) dan Jokowi saat itu baru sekitar 6 bulan jabat Wali Kota Solo.

Mbah Liem menepuk pundak Gus Dur,”Njenengan harus jadi presiden lagi Gus?”

“Mboten ngaten (tidak begitu), Mbah,” jawab Gus Dur.

“Siapapun yang dikehendaki rakyat, termasuk Pak Jokowi ini, kalau dia jadi Wali Kota yang bagus, kelak juga bisa jadi presiden!”

Jokowi yang disebut namanya oleh Gus Dur hanya tersenyum dipikirnya hanya bercanda Gus Dur ini tapi ternyata kini menjadi kenyataan.

Loading...