Istri Orang Kaya ini Tiba-Tiba Minta Cerai. Alasannya Tak Terduga

Diposting pada

Tidak perlu takut ini berita hoax. Sumber bisa dicheck oleh pembaca di bawah artikel. Ini kisah nyata semoga bisa kita jadikan pelajaran berharga. Seperti biasa kita gunakan inisial nama.

Sebut saja WO. Pria usia 35 tahun itu kaget bukan kepalang. Sudah enam tahun menikah, tiba-tiba si istri minta cerai dengan alasan yang tidak jelas.

Padahal mereka tidak pernah bertengkar hebat atau terlibat konflik besar. Lagi pula WO tergolong orang kaya raya di Surabaya.

Semua kebutuhan pokok sampai gaya hidup istri selalu terpenuhi oleh WO. Si istri nongkrong dengan geng sosialitanya diperbolehkan,

Ilustrasi Orang Kaya shoping: tribunnews.com
mau shoping di mall-mall besar yang barang-barang mayoritas mahal silahkan, mau jalan-jalan sampai ke luar negeri pun WO ladeni dengan senang hati. Uang bukanlah masalah bagi WO.

Maka itu ketika si istri memaksanya menandatangani surat cerai, WO sontak saja bak tersambar geledek di siang bolong. WO jelas saja tidak mau berpisah dengan isri cantiknya tersebut. WO tetap cinta setengah mati, sekalipun ternyata si istri hanya cinta setengah hati.

Demi mempertahankan kekasih pujaan hatinya, WO rela membayar mahal seorang pengacara demi melawan gugatan cerai si istri yang beralasan pengen fokus membahagiakan orang tua.

Loading...

“Dia maksa aku menandatangani surat gugatannya, tapi aku tolak. Pokoknya aku emoh (tidak mau) pisah. Apalagi alasannya gak jelas gini,” ujar WO saat di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama Kelas 1A Surabaya.

Dengan alasan yang terkesan mengada-ada dan kurang logis itulah, WO jadi menduga istrinya menjalin hubungan terlarang dengan laki-laki lain. Pasalnya saat mereka pacaran pun, kerap kedapatan nyeleweng dengan banyak laki-laki.

Nah pembaca. Itu namanya istri yang gak tahu bersyukur. Dapat suami tajir kaya raya kok disia-siakan. Pengen minta cerai dengan alasan kekanak-kanakan. Sungguh menggelikan.

Hubungan keluarga itu penuh tanggung jawab. Harus bisa bersikap dewasa. Bukan masanya lagi senang-senang dan dengan entengnya minta cerai seperti istri WO. Kalau ada sikap perbuatan suami yang kurang berkenan ya bisa dikomunikasikan baik-baik. Dicari jalan keluarnya. Kalau hanya main diam-diaman dan tiba-tiba beraksi ekstrim ya itu belum layak disebut dewasa.

Dewasa itu masalah sikap loh. Jangan mentang-mentang sudah bisa melakukan adegan dewasa sudah merasa dewasa, sungguh itu salah kaprah.

Sumber Peristiwa: Koran Radar Surabaya (01 Agustus 2018)

Loading...